Transceiver dan switch optik sama-sama penting dalam transmisi Ethernet, tetapi keduanya berbeda dalam fungsi dan aplikasinya. Jadi, apa perbedaan antara transceiver dan switch serat optik?
Apa perbedaan antara transceiver dan switch fiber optik?
Transceiver serat optik adalah perangkat yang sangat hemat biaya dan fleksibel. Penggunaan umumnya adalah untuk mengubah sinyal listrik dalam pasangan kabel terpilin menjadi sinyal optik. Umumnya digunakan pada kabel tembaga Ethernet yang tidak dapat ditutupi dan harus menggunakan serat optik untuk memperpanjang jarak transmisi. Dalam lingkungan jaringan sebenarnya, ia juga memainkan peran besar dalam membantu menghubungkan jalur serat optik "last mile" ke jaringan area metropolitan dan jaringan luar. Switch adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk meneruskan sinyal listrik (optik). Ia memainkan peran sentral dalam komunikasi timbal balik antara perangkat jaringan berkabel (seperti komputer, printer, dll.).
Tingkat transmisi
Saat ini, transceiver fiber optik dapat dibagi menjadi transceiver fiber optik 100M, transceiver fiber optik gigabit, dan transceiver fiber optik 10G. Yang paling umum di antaranya adalah transceiver fiber optik Fast dan Gigabit, yang merupakan solusi hemat biaya dan efisien untuk jaringan rumah dan usaha kecil dan menengah. Switch jaringan meliputi switch 1G, 10G, 25G, 100G, dan 400G. Mengambil contoh jaringan pusat data besar, switch 1G/10G/25G terutama digunakan pada lapisan akses atau sebagai switch ToR, sedangkan switch 40G/100G/400G sebagian besar digunakan sebagai switch inti atau Backbone.
Kesulitan instalasi
Transceiver optik adalah perangkat keras jaringan yang relatif sederhana dengan antarmuka yang lebih sedikit daripada switch, sehingga pemasangan kabel dan koneksinya relatif sederhana. Perangkat ini dapat digunakan sendiri atau dipasang di rak. Karena transceiver optik merupakan perangkat plug-and-play, langkah instalasinya juga sangat sederhana: cukup masukkan kabel tembaga dan jumper serat optik yang sesuai ke port listrik dan port optik yang sesuai, lalu sambungkan kabel tembaga dan serat optik ke peralatan jaringan. Kedua ujungnya akan berfungsi.
Switch jaringan dapat digunakan sendiri di jaringan rumah atau kantor kecil, atau dapat dipasang di rak di jaringan pusat data besar. Dalam keadaan normal, perlu memasukkan modul ke port yang sesuai, lalu menggunakan kabel jaringan atau kabel serat optik yang sesuai untuk menghubungkan ke komputer atau peralatan jaringan lainnya. Dalam lingkungan pengkabelan dengan kepadatan tinggi, panel patch, kotak serat optik, dan alat manajemen kabel diperlukan untuk mengelola kabel dan menyederhanakan pengkabelan. Untuk switch jaringan yang terkelola, perlu dilengkapi dengan beberapa fungsi canggih, seperti SNMP, VLAN, IGMP, dan fungsi lainnya.
Waktu posting: 19 September 2022

